7 Hal yang Wajib Dibaca bagi Pendaki Gunung

mendaki gunung

Mendaki gunung jadi kegiatan yang digemari kalangan traveler masa kini. Letak geografis Indonesia yang yang berada pada titik pertemuan tiga lempeng tektonik (tectonic plate) yang saling bertabrakan yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia dan Lempeng Pasifik, banyak destinasi gunung yang dapat didaki. Usia bukanlah halangan untuk melakukan kegiatan di alam bebas.

Beberapa tahun belakangan banyak berita duka yang tersiar oleh media akibat kecelakaan ketika mendaki gunung. Perlu diketahui bahwa mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat ekstrim dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Risiko kecelakaan ketika mendaki gunung dapat diminimalisir jika sobat traveler mengetahui manajemen pendakian yang baik.

Inti manajemen pendakian terdiri atas tiga tahap yaitu:

  1. perencanaan
  2. pelaksanaan, dan
  3. pasca kegiatan.

Seperti itulah analogi dalam persiapan pendakian. Terkesan ribet tapi inilah safety procedure-nya. Apa saja sih persiapannya?

RISET! RISET! RISET!

Riset atau dalam bahasa Inggris disebut research adalah hal yang wajib dilakukan sebelum mendaki gunung, meliputi; lokasi pendakian, transportasi, cuaca, biaya administrasi SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), surat jalan dari kepolisian (jika membawa pisau/parang/golok), dll.

Pada era teknologi informasi yang sangat canggih saat ini, informasi sangat mudah untuk didapatkan. Para travel blogger banyak yang menuliskan cerita pendakiannya hingga memudahkan untuk mendapatkan informasi.

Selain itu, sobat traveler dapat bertanya dengan teman yang sudah pernah mendaki di suatu gunung. Information sharing it’s important to do!

KENALI TEMAN JALANMU!

Mendaki gunung adalah kegiatan yang dilakukan secara tim. Satu tim berisi minimal tiga orang. Dalam tim pendakian, mengenal satu sama lain adalah satu hal yang harus dilakukan.

Setiap orang dalam tim harus mengetahui riwayat kesehatan (penyakit) satu sama lain. Gunanya adalah tim dapat mempersiapkan obat-obatan khusus bagi penderita penyakit tertentu. Termasuk juga obat-obat yang bersifat umum.

Usahakan untuk mengajak seseorang yang menguasai basic outdoor skills. Basic outdoor skills mencakup navigasi darat, pengetahuan medisar (medis, search and rescue) dan sistem komunikasi lapangan (prosedur komunikasi radio).

Setelah sudah kenal dengan teman satu tim, usahakan mendaki dengan sistem jalan yaitu advance, middle, dan sweapper. Jangan berjalan saling mendahului. Tetap berjalan dalam tim!

PERSIAPKAN PERLENGKAPAN!

Mendaki gunung memerlukan perlengkapan standar pendakian yang harus dibawa. Perlengkapan ini berguna untuk memudahkan dan melindungi sobat traveler dalam mendaki gunung.

Perlengkapan mendaki gunung memang sangat banyak tapi inilah salah satu harga mati yang harus dibayar untuk kegiatan yang bersifat ekstrim ini.

Perlengkapan pribadi meliputi carrier (ransel), sepatu trekking, kaos kaki, pakaian jalan, celana jalan, sarung tangan, headlamp (senter), baterai cadangan, jas hujan, topi, sleeping bag (kantung tidur), jaket, matras, kompas, peta, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, trash bag (plastik sampah), sandal, dan korek api.

Perlengkapan tim meliputi tenda, flysheet, tali rafia, kompor masak (hi cook dan trangia), gas, spiritus, nesting, kamera, dan plastik sampah.

LOGISTIK 4 SEHAT 5 SEMPURNA!

Manajemen logistik merupakan titik ekstrim yang mempengaruhi keberhasilan dalam mendaki gunung. Sebagai pemenuhan gizi yang dibutuhkan dalam tubuh untuk mengantikan kalori yang terbuang ketika perjalanan mendaki.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda tergantung jenis kelamin, umur, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan aktifitas sehari-hari seseorang.

Banyak yang keliru ketika mendaki gunung hanya cukup membawa mie instan. Hal itu sangat fatal jika dilakukan karena mie instan tidak memenuhi kebutuhan kalori ketika mendaki gunung.

Makanan yang dibawa idealnya mencakup 4 sehat 5 sempurna. Makanan yang mencakup 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin.

Daging, sayur-sayuran, susu, biskuit, beras, roti, dan buah-buahan adalah logistik yang wajib dibawa ketika mendaki gunung untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh.

Pemilihan logistik pendakian gunung dapat disesuaikan dengan waktu pendakian yang akan ditempuh. Ketahanan suatu makanan dapat mempengaruhi jenis logistik yang dapat sobat traveler bawa ketika mendaki.

LATIHAN FISIK!

Mendaki gunung adalah kegiatan yang memerlukan fisik yang prima. Perlengkapan dan logistik yang sobat traveler bawa ketika mendaki sudah tentu akan membuat fisik akan kepayahan.

Latihan fisik sebelum melakukan perjalanan bisa perjalanan akan terasa lebih nyaman. Sebelum mendaki gunung, sobat traveler memerlukan latihan yang cukup. Salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan adalah jogging.

Jogging membuat jantung lebih kuat hingga aliran darah dan pernafasan menjadi lebih lancar. Selain itu jogging membuat otot paha, kaki, dan punggung lebih kuat. Jogging dapat dilakukan mininal tiga kali sebelum sobat traveler mendaki gunung.

Selain joging, latihan fisik yang dapat dilakukan adalah muscle strength. Muscle strength meliputi push up, sit up, pull up, dan back up. Muscle strength berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh.

Catatan tambahan: Jaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup. Kurangi mengkonsumsi kafein, kurangi merokok, dan hindari tidur hingga larut malam (bergadang).

PACKING!

Packing adalah seni--Media berekspresi agar mendaki gunung menjadi lebih indah dan nyaman. Layaknya seni, fungsi terapan (guna) dan artistik menjadi pertimbangan dalam packing. Packing bertujuan untuk memasukkan barang-barang bawaan ke dalam carrier (ransel) dengan efektif dan efiesien.

Banyak pendaki yang keliru dalam mengemas barang. Barang-barang banyak yang bergelantungan di luar ransel. Usahakan hanya barang-barang seperti matras, botol minum, tripod, dan payung yang berada di luar.

Pembagian beban juga harus diperhatikan dalam mengemas barang. Hal ini bertujuan agar beban dapat terdistribusi di bagian seluruh bagian badan. Pembagian beban dilakukan berdasarkan berat barang dan skala prioritas penggunaan barang.

Tenda (cover/inner), pakaian ganti, sleeping bag diletakkan di bagian bawah ransel. Pilihlah frame tenda berbahan alumunium alloy agar beban lebih ringan.

Minuman botol, alat masak, makanan diletakkan di bagian tengah ransel. Makanan ringan, jaket, flysheet, dan barang yang bersifat segera diletakkan di bagian atas ransel.

BAWA SAMPAHMU!

Gunung merupakan salah satu anugerah Tuhan yang sangat indah. Namun pada realitanya banyak sampah yang berserakan di atas gunung. Sungguh miris!.

Satu prinsip dalam bergiat di alam bebas adalah take nothing but picture, leave nothing but footprint, and kill nothing but time. Kalimat lleave nothing but footprint. Ini kutipan yang sangat jelas. Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.

Idealnya bawalah turun sampah yang sobat traveler bawa ketika mendaki gunung. Jangan berharap ada orang yang berbaik hati untuk melakukan operasi bersih gunung. Mulailah menjaga kebersihan dan kelestarian alam dari diri sendiri.

Biarlah generasi muda yang akan datang dapat menikmati sejuk dan indahnya gunung. Bukan malah tumpukan sampah di atas gunung. Mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik.

Demikian beberapa tips yang dapat sobat traveler baca dan terapkan sebelum mendaki gunung. 

Share dengan sesama penggiat alam bebas,

Semoga bermanfaat, Jabat Salam Topi Rimba!

oleh BUSHCRAFT INDONESIA (diteruskan dari : Wahyu A Prodjo)

Sumber : https://www.facebook.com/groups/548750448525723/ pada 4 April 2014

0 comments:

Post a Comment