Teknik Peta Kompas

azimuth dan back azimuth

Teknik Peta Kompas ada lima, yaitu :

1.Azimuth  
2.Back Azimuth
3.Resection
4.Intersection
5.Koreksi sudut

Sebelum masuk pada teknik peta kompas yang perlu diketahui adalah Azimuth dan Back azimuth. Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) sedangkan Back Azimuth adalah kebalikan dari Azimuth.
Cara praktisnya sebagai berikut :
Jika Azimuth < 180° maka Back Azimuthnya = Azimuth + 180° Jika Azimuth >180° maka Back Azimuthnya = Azimuth – 180°

1.Arah Utara

ilustrasi tipe-tip utara• Utara Sebenarnya / Utara Geografi (Truth North / Geographical North, US /
TN) diberi simbol * , arah utara yang ditunjukan garis bujur (meridian) dan
menuju ke kutub utara bumi atau titik pertemuan garis bujur bumi.
• Utara peta / Utara Grid (Grid North, UP / GN) diberi simbol GN, arah utara
yang ditunjukan garis koordinat tegak peta ke arah atas.
• Utara magnetik (Magnetic North, UM) diberi simbol T (anak panah separuh),
arah utara yang ditunjukan jarum kompas menuju kutub utara magnetik bumi.

2. Azimuth dan Back Azimuth

azimuth
Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam. Ada tiga macam azimuth yaitu :
a) Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran;
b) Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran;
c) Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.

Back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.

Azimuth atau bearing adalah sudut antara satu titik dan arah utara dari
seorang pengamat. Perlu diingat, pengamat dimanapun berada adalah titik pusat dari suatu lingkaran imajiner. Azimuth disebut juga sudut kompas. Bila kita berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap (istilah populernya potong kompas) maka harus diusahakan agar lintasannya berupa satu garis lurus. Untuk itu digunakan teknik back azimuth (back bearing). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke muka dan ke belakang pada jarak tertentu. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung juga sudut dari titik akhir ke titik awal, kebalikan arah perjalanan. Sudut yang terakhir ini adalah sudut back azimuth.
2. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan (pohon besar, pohon tumbang, longsoran tebing, susunan pohon yang khas, ujung kampong dan sebagainya).
3. Bidikkan kompas sesuai dengan arah perjalanan kita (sudut kompas). Perhatikan tanda medan lain di ujung lintasan yang akan dilalui pada arah itu.
4. Setelah sampai pada tanda medan itu, bidikkan kompas kembali ke belakang (sudut back azimuth) untuk mengecek apakah anda berada pada lintasan yang diinginkan. Bergeserlah ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan back azimuth yang benar.
5. Seringkali tidak ada tanda medan yang dapat dijadikan sasaran. Dalam hal ini, anda dan seorang rekan akan menjadi tanda tersebut.
Menentukan back azimuth adalah apabila azimuthnya kurang dari 180° maka ditambahkan 180°, jika lebih dari 180° maka dikurangi 180°.

3. Resection


Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik reseksi membutuhkan alam terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu seluruh tanda medan harus dibidik. Jika kita sedang berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu mencari satu tanda medan lainnya yang dibidik.
Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik.
Langkah-langkah resection :
a) Lakukan orientasi peta;
b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah; (B dan C).
c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu;
resection dan intersectiond) Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth;
e) Dengan busur dan penggaris Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya(Back Azimuth).; Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
f) Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta(A)


Konsep resection ialah mencari titik kita di peta.... 

4. Intersection

Intersection adalah menentukan posisi suatu titik pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan tanpa harus ke tempat tersebut.
Langkah-langkah melakukan Intersection adalah :
1. Lakukan orientasi peta dan pastikan posisi kita (A).
2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
3. Bidik obyek yang kita amati bidik objek yang kita amati (c)
4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta (B). Lakukan langkah 1 – 3.
6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi yang dimaksud(C).
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Interseksi digunakan untuk mengetahui atau
resection dan intersection
memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan, tetapi sukar untuk
dicapai. Pada interseksi kita harus sudah yakin pada posisi kita di peta.

Konsep intersection ialah mencari titik obyek di peta....
Beda kedua konsep ini ialah bila resection kita tidak berpindah tempat. Sedangkan pada intersection kita pindah ke titik sudut yang menjadi acuan pengambilan sudut.... 

5. Koreksi Sudut

ilustrasi koreksi sudut
Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil, akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas (azimuth) yaitu :
A. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/- (DM +/- VM)
B. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/- (DM +/- VM)

Keterangan:
Tanda +/- diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis) = dari K ke P: DM ke timur tanda (+), DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-), DM ke barat tanda (+)
Tanda +/- di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis) = tanda (+) untuk increase/naik; tanda (-) untuk decrease/turun.

Contoh Perhitungan:
Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat, pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur, VM 2 menit increase, lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta?
P= K=+/- (DM +/- VM) ingat! kompas ke peta, DM ke timur VM increase
Besar VM sekarang (2002) = (2002-1942)x 2 menit
= 120 menit = 2 derajat (1 derajat=60 menit)
sudut P = 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat)
= 123 derajat 30 menit, jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat.

( sumber : https://pencintaalamblog.wordpress.com/2014/01/29/navigasi-darat/ )

0 comments:

Post a Comment